Selat Solo, Bistik Ala Jawa

SELAT SOLO


Selat Solo merupakan salah satu hidangan klasik khas Solo. Selat Solo merupakan bentuk gabungan antara kuliner Indonesia dan Belanda. Penggunaan nama selat berasal dari kata “slachtje” yang berarti salad. Bistik pertama kali diperkenalkan oleh orang-orang Belanda yang bermukim di pulau Jawa. Runtuhnya VOC di sekitar tahun 1799, politik Hindia Belanda muncul dan menyebabkan adanya perubahan sosial dan budaya. Salah satunya adalah Selat Solo ini, berikut resep pembuatan Selat Solo.


Resep Membuat Selat Solo

Bahan:
  • 2 potong daging sapi has dalam (ukurannya dapat disesuaikan dengan selera)
  • 4 siung bawang putih (haluskan)
  • ½ buah bawang bombay (iris-iris)
  • ½ sdt pala (bubuk)
  • 1 gelas air putih
  • 2 sdm kecap manis
  • 1 sdm kecap asin
  • ½ sdt cuka
  • 1 sdt gula merah (dihancurkan)
  • Garam secukupnya
  • 1 sdt tepung maizena (opsional)
  • 1 butir telur ayam
  • 3 batang buncis (potong memanjang)
  • ½ buah wortel (potong memanjang)
  • 1 kentang ukuran kecil (potong wedges)
  • Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:
  1. Bersihkan daging dan cuci dengan air mengalir. Tiriskan lalu pukul perlahan agar empuk.
  2. Rendam daging bersama bawang putih yang sudah dihaluskan, merica, merica, dan kecap manis (1 sdm). Ratakan dan diamkan selama sekitar 1 jam.
  3. Sambil menunggu bumbu meresap, rebus telur ayam, buncis dan wortel sampai matang. Kentang bisa disesuaikan selera, Anda bisa menggoreng atau merebusnya.
  4. Siapkan penggorengan dan panaskan minyak goreng secukupnya. Tumis bawang bombay hingga harus. Masukkan air putih, garam, gula merah, kecap manis (1 sdm), kecap asin, dan cuka. Aduk merata dan tunggu sampai mendidih.
  5. Larutkan maizena dengan air. Tuangkan ke saus dan aduk hingga mengental. Penggunaan maizena ini opsional, Anda boleh tidak menggunakannya.
  6. Setelah bumbu meresap, panaskan minyak. Goreng daging sampai matang dan berubah warna. Angkat.
  7. Sajikan daging, telur dan sayuran (Anda bisa menambahkan daun selada juga) serta tuangkan kuah.

Komentar